Langsung ke konten utama

Boleh?

Sudah lupa cara meluapkan isi hati melalui tulisan. Sudah terlalu lama tidak peduli dengan diri sendiri. Sudah terlalu banyak rasa sakit yang harus diabaikan demi memprioritaskan perasaan seseorang. Sampai pada akhirnya sama sekali ga tau gimana caranya untuk diri sendiri bisa bangkit. Ga tau jalan hidup mau kemana, ga tau juga alasan bertahan hidup untuk apa.

Urusan berbakti kepada kedua orang tua pun saya lewat, yang saya prioritaskan hanya menyenangi dirinya yang selalu merendahkan diri saya. Hilang arah, hilang kepercayaan diri, hilang senyuman.

Orang lain bisa saja hanya dengan menyuruh saya untuk melepaskan, lalu bangkit, memulai kembali. Sedangkan saya? Apa mudah?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lika-liku-

Selalu ada canda yang memikat hati disetiap percakapan singkat. Selalu ada pesan yang tak akan terlupakan. Selalu ada rindu yang tak berujung temu. Ingin sekali, tanpa harus terpisahkan. Semua ini memang terasa nikmat, Walau hati dan pikiran kadang merasa sekarat. Dan pada akhirnya, Tak ada alasan untuk berhenti, karena kamu memang berarti..