Langsung ke konten utama

Postingan

keluarga anjing

Klo gue punya kehidupan selanjutnya, dan punya kesempatan ngulang kehidupan dari awal, gue milih untuk ga kenal lu ibnu. Semenjak ada lu, dunia, masa depan, kehidupan gue hancur gitu aja. Manusia gila, toxic, biadab. Gue bakal tagih semua rasa sakit dan kegagalan gue atas semua perlakuan lu. Demi Allah gue ga ikhlas. Mental gue kena, fisik maupun tenaga gue lu kuras habis habisan. Ga lupa juga perlakuan semua anggota keluarga lu yg maha sempurna itu anjing. “Itu siapa? Kok tua bgt mukanya” giliran mantan lu pake tanktop dibilang cantik kaya model. Anjing. Najis.  Bercadar blm tentu punya otak. Selalu semangatin adiknya yg gila itu, selalu nyalahin gue atas semua stress yg dialami oleh adiknya. Najis bgt najis. Dari bigel lahir ga pernah nyapa atau sekedar nanyain kabar ponakan, ngasih ucapan atas kelahiran ponakannya bahkan sampai bigel saat ini hampir 4 tahun. Anjing. Gue kasih anaknya thr 200rb sedangkan bigel cuma dikasih 5rb beserta bingkisan makanan murah itu. Gue ga akan lupa...
Postingan terbaru

Boleh?

Sudah lupa cara meluapkan isi hati melalui tulisan. Sudah terlalu lama tidak peduli dengan diri sendiri. Sudah terlalu banyak rasa sakit yang harus diabaikan demi memprioritaskan perasaan seseorang. Sampai pada akhirnya sama sekali ga tau gimana caranya untuk diri sendiri bisa bangkit. Ga tau jalan hidup mau kemana, ga tau juga alasan bertahan hidup untuk apa. Urusan berbakti kepada kedua orang tua pun saya lewat, yang saya prioritaskan hanya menyenangi dirinya yang selalu merendahkan diri saya. Hilang arah, hilang kepercayaan diri, hilang senyuman. Orang lain bisa saja hanya dengan menyuruh saya untuk melepaskan, lalu bangkit, memulai kembali. Sedangkan saya? Apa mudah?

Lika-liku-

Selalu ada canda yang memikat hati disetiap percakapan singkat. Selalu ada pesan yang tak akan terlupakan. Selalu ada rindu yang tak berujung temu. Ingin sekali, tanpa harus terpisahkan. Semua ini memang terasa nikmat, Walau hati dan pikiran kadang merasa sekarat. Dan pada akhirnya, Tak ada alasan untuk berhenti, karena kamu memang berarti..